Ibu Rahayu's talk to Subud members - Conway Hall, London

17 June 1999

Talk Ref: 99 LON 01

Saudara-saudara sekalian yang saya hormati, kami menuji sjukur pada Tuhan Yang Maha Esa bahwa kami masih diberi kesempatan, untuk menemui saudara-saudara di London ini, dan kami merasa bahagia sekali, karena memang telah lama kami tidak mengunjungi di Inggris ini.

Maka kesempatan ini sungguh merupakan kesempatan yang kami tidak menduga semula, bahwa perjalanan kali ini dapat kita laksanakan dengan selamat, dan sampai bertemu dengan saudara-saudara disini, yang nampaknya saudara-saudara juga sudah siap untuk menghadiri kesempatan ini yaitu sekedar untuk mendengarkan kembali keterangan-keterangan mengenai kejiwaan yang akan dapat saya uraikan pada malam ini.

Dan kesempatan ini saya pergunakan untuk memberikan keterangan-keterangan, dan keterangan ini tidak berarti bahwa saya melanjutkan apa yang pernah Bapak almarhum, yaitu sampaikan kepada saudara-saudara. Tetapi merupakan suatu pembangkitan kembali, yaitu untuk mengingat kembali, yaitu Bapak sebagai perintis dari kebaktian yang melalui latihan kejiwaan Subud ini, hingga kami dapat mengingat kembali apa yang pernah Bapak berikan kepada kita semua.

Demikian saudara-saudara, dengan akan menerangkan suatu jalannya kejiwaan, maka akan kami ulangi lagi, yaitu apa yang menjadi sumbernya. Yaitu bahwa kita ini, sebagai manusia, adalah salah satu sifat, yaitu yang diciptakan oleh Tuhan. Mengapa saya katakan salah satu sifat, bahwa karena sifat Tuhan adalah menyeluruh, dan semua yang menjadi sifat Tuhan adalah ciptaan Tuhan dan di jelmai oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Didalam diri manusia, yaitu bahwa Tuhan menjelmakan zatnya, yaitu di dalam jiwa orang-orang itu. Mengapa di dalam jiwa, karena jiwa adalah sesuatu sifat yang abadi. Abadi artinya tidak hanya hidup di dunia ini, tetapi juga hidup di luar atau di… sesudah dunia ini.

Oleh karena itu latihan Subud ini kita namakan latihan kejiwaan. Karena yang bekerja memang jiwa manusia.

Di dalam masa hidupnya nabi, maka zat atau zat Tuhan, adalah masih menyatu atau dekat dengan jiwa manusia itu. Tetapi dengan pertumbuhan manusia sendiri, yaitu yang berhubungan dengan proses-proses keduniaan, maka hubungan antara jiwa manusia dengan kekuasaan Tuhan, makin lama makin menipis, hingga malah sudah dilupakan oleh manusia itu sendiri.

Maka dengan latihan kejiwaan ini, yaitu yang dimulai dari Bapak, yang telah mendapatkan kemurahan Tuhan Yang Maha Esa, dimana anugerah itu merupakan suatu kontak, yaitu kontak Tuhan Yang Maha Esa dengan yang diciptakan. Dan pada waktu itu merupakan suatu hubungan kembali antara jiwa manusia dengan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

Tentu saja di dalam hal ini, harus melalui proses-proses yang lama dan proses-proses yang sangat membutuhkan yaitu keichalasan dari kita semua, hingga lambat laun kita akan mendekati apa sebetulnya jiwa kita ini. Jadi dengan demikian kita diperkenalkan oleh jiwa kita sendiri, yang mungkin selama ini kita tidak pernah menyentuhnya atau tidak pernah mengenalnya.

Dan kontak ini achirnya telah saudara-saudara dapat yaitu waktu saudara merasakan di dalam pembukaan, waktu saudara melakukan latihan kejiwaan Subud.

Karena Bapak pada waktu menerima apa yang telah diterimanya, itu tidak berarti hanya untuk Bapak sendiri, tetapi untuk seluruh umat manusia, yang membutuhkan membaktikan dirinya-dirinya kepada Tuhan Yang Maha Esa yaitu melalui latihan kejiwaan Subud.

Dan didalam proses ini kita sebagai manusia tentu saja didalam melakukan tugas di dunia ini yaitu mejalankan dua tugas, yang pertama yaitu tugas untuk kebaktian kepada Tuhan dan yang kedua untuk memenuhi, untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri.

Tentu saja kedua-duanya, harus dilalui dengan bermacam-macam proses, misalnya di dalam kejiwaan, kita tidak bisa mencapai sesuatu apa yang kita harapkan dengan waktu yang singkat, karena semuanya itu sesuai dengan keadaan kita masing-masing, kemampuan kita masing-masing dan keichlasan sampai dimana kita melakukan kebaktian kita ini kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Jalannya hanya dengan melakukan latihan yaitu yang telah saudara-saudara lakukan dan tentu saja prosesnya itu mengalami beberapa proses yang dapat kita… ya pisah-pisahkan. Yaitu misalnya masih didalam proses pembersihan, jadi selama saudara masih di dalam pembersihan ada enaknya… ada tidak enaknya -- dan banyak saudara-saudara mengalami sesuatu percobaan. Jadi itu merupakan suatu pembersihan dan cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Yang kedua yaitu dalam proses pertumbuhan atau kebangkitan dari jiwa itu sendiri yang dikatakan pertumbuhan. Jiwa manusia itu tidak hanya merupakan sesuatu yang tidak berbentuk, tetapi jiwa manusia itu juga mengalami sesuatu pertumbuhan, artinya komplit yaitu mempunyai alat-alat pendengar, alat untuk melihat, alat untuk mencium dsb. Karena itulah yang dikehendaki oleh Tuhan. Karena Tuhan menciptakan saudara sebagai manusia, maka nanti kalau kembali ke Tuhan, kembalilah sebagai manusia.

Jadi ini berarti bahwa apa yang dipunyai oleh jiwa itu menjadi hidup dan sanggup atau sudah bersedia atau sudah ready untuk menerima sesuatu, yaitu yang diberikan oleh Tuhan. Tentu saja ini merupakan suatu usaha yang tidak… atau yang mudah, tetapi memang memerlukan suatu keichlasan, kejujuran dan penyerahan daripada saudara hingga apa yang saudara punya adalah sama apa yang saudara perlihatkan kepada Tuhan. Karena Tuhan adalah Maha Kuasa, meskipun saudara tidak sadar bahwa Tuhan selalu melihat, mewaspadai segala perbuatan manusia, tapi itu semuanya tercatat sendiri didalam keadaan manusia.

Oleh karena itu latihan kejiwaan ini membutuhkan suatu kesabaran, ketawakalan artinya janganlah mengharapkan, karena apabila waktunya datang, atau kalau memang sudah dikehendaki Tuhan maka segala sesuatunya dapat terjadi.

Maka dengan ini kadang-kadang menimbulkan sesuatu yang tidak sabar, karena saudara merasa sudah melakukan latihan bertahun-tahun tapi mungkin ada yang belum bisa merasakan hasil daripada latihan ini.

Tetapi kalau kita mengingat bahwa latihan kejiwaan ini tidak ada batas waktunya. Mengapa batas waktunya? Karena hidup jiwa itu tidak hanya di dunia ini meskipun nanti juga akan hidup. Suatu kematian bagi kita… yaitu bagi orang-orang Subud, yaitu merupakan suatu kelangsungan untuk menuju ke hidup yang abadi.

Karena sukarnya kita harus membuka yaitu jiwa kita yang selama ini tertutup oleh segala sesuatunya yaitu yang terpengaruh oleh keduniaan. Maka untuk membersihkan ini, yaitu kita hanya bisa menyerahkan kepada Tuhan. Karena dengan kesediaan kita maka Tuhanlah yang akan mengerjakan segala sesuatunya yang baik untuk saudara.

--------------------------------------

Tetapi banyak… atau masih banyak manusia yang kurang percaya atau kurang sabar di dalam menghadapi ini, hingga mereka mempergunakan suatu untuk mempercepat jalannya proses-proses itu, yang pada… artinya pada kebuktiannya bahwa jalan-jalan ini tidak akan mempercepat bahkan akan memperburuk atau memberatkan saudara di dalam mengupas segala sesuatunya yaitu di dalam diri saudara.

Ya… misalnya, seorang yang bersangkutan mempergunakan… misalnya pelajaran-pelajaran lain atau dengan meditasi, atau dengan yoga dsb. Kalau toh masih ada yang masih ingin mempergunakan itu, janganlah di pergunakan di dalam latihan kejiwaan.

Karena apa yang telah saudara dapat di dalam latihan, itu adalah memang zat hidup yang saudara dapat dari kekuasaan Tuhan. Kalau itu saudara campur dengan yang lain-lain, sedangkan yang lain-lain itu, mungkin saudara belum tahu dari mana asal kekuatain ini. Karena biasanya itu baru dari kekuatan yang asalnya dari fikiran manusia. Atau kekuatan manusia. Dan saudara-saudara mengetahui bahwa semua ini tidak dapat saudara bawa sesudah mati. Jadi sampai… kalau saudara mati… ya semuanya mati.

Jadi dengan demikian saudara-saudara sekalian sekarang ini banyak dibicarakan yaitu mengenai mixing, dari ini juga merupakan pertanyaan bagi saudara-saudara sendiri. Apakah mixing ini betul… apa tidak… di dalam Subud?

Saya menerangkan atau coba menerangkan bahwa, saudara boleh mempergunakan suatu teori, ya meditasi misalnya…dsb, kalau itu memang berhubungan dengan usaha kehidupan saudara di dunia ini. Jadi saudara harus dapat memisahkan mana yang untuk Tuhan… mana yang untuk saudara di dunia ini.

Karena kita mengetahui bahwa mulai sejak kita lahir atau kita dilahirkan, kita sudah terikat oleh lingkungan, oleh agama, oleh tradisi, oleh culture… yang tumbuh di dalam masyarakat. Jadi culture ini tidak hanya satu tempat saja, masing-masing tempat mempunyai culture sendiri. Dan pertanyaannya, apakah kalau kita masih mengikuti itu merupakan suatu mixing… tidak. Kalau saudara merasa masih perlu… atau masih ingin menjalankan apa yang saudara peroleh dari orang tua… dari nenek moyang… misalnya -- boleh saja.

Tapi saudara juga harus menyadari bahwa kebiasaan manusia, kadang-kadang lupa batas mana yang perlu dan mana yang tidak perlu hingga banyak yang melampaui batas pemakaiannya hingga dapat merupakan… atau dapat membentuk suatu nafsu bagi orang itu sendiri. Apabila ini sudah merupakan nafsu maka akan mempengaruhi dan mungkin dapat menghancurkan orang itu sendiri.

Oleh karena itu sebetulnya Subud ini tidak melarang, orang berbuat sesuatu yaitu dengan mencampurkan apa yang saudara pernah alami tapi karena ini merupakan… kadang-kadang merupakan sesuatu kepentingan pribadi, yaitu artinya kepentingan pribadi, kalau nanti ada sesuatu konflik… misalnya di dalam dirinya, maka orang itu sendiri yang harus memilih apakah mau melakukan apa yang saudara kerjakan ataukah menghentikan latihan kejiwaan. Jadi ini merupakan suatu pilihan… ya untuk menyelamatkan keadaan saudara sendiri.

Terutama bagi yang sudah menduduki sebagai pembantu pelatih, karena saudara sebagai pembantu pelatih dapat di katakan sebagai pintu gerbang Subud, ya artinya pintu gerbang saudaralah yang mempunyai kewajiban di dalam membuka, di dalam menerangkan kepada saudara-saudara yang akan datang di Subud atau yang telah ada di Subud, agar dapat memisah-misahkan, janganlah saudara membawa pengaruh saudara yang bukan dari Subud, yaitu di dalam mengasuh anggota-anggota Subud.

Karena… ya mengapa demikian… karena kalau saudara itu membuat suatu kesalahan, dan kesalahan itu diberikan kepada orang lain, maka saudara terbebani oleh dua kesalahan.

Jadi ini supaya di perhatikan, bagi saudara-saudara yang pembantu pelatih! Janganlah mempergunakan apa yang saudara terima dari tempat lain, yaitu ke Subud. Kalau saudara mempergunakan itu untuk… misalnya penyembuhan, untuk menolong seseorang… itu tidak ada salahnya, karena itu adalah bawaan dari saudara-saudara, tetapi di dalam… tadi saya katakan, bakti kepada Tuhan yang melalui Subud ini, dimana orang itu ingin membersihkan dirinya, ingin mengembalikan jiwanya, yaitu ke Tuhan, apabila mendapatkan suatu kesalahan di dalam pengarahan kebenaran, maka itu menjadi suatu yang tidak dapat dimaafkan.

Tapi saudara-saudara ada yang mengatahan bahwa misalnya di dalam menyembuhkan seseorang, di dalam mempergunakan teori-teorinya atau di dalam mempergunakan terapinya, merak merasa masih ada latihan di dalam dirinya.

Ini suatu bukti saudara-saudara bahwa tidak berarti bahwa dengan campuran ini saudara berhasil. Ini membuktikan bahwa diri saudara itu sudah diikuti oleh hasil daripada latihan kejiwaan jadi artinya, saudara sudah hidup di dalam melakukan pekerjaan saudara, jadi tidak berarti bahwa metode saudara itu yang benar. Tapi saudara sudah terbimbing metode saudara itu tadi, yaitu oleh latihan saudara hingga pekerjaan saudara menjadi hidup.

Tetapi jangan dibalikkan lagi, artinya karena sudah merasa begitu… terus itu juga di praktekan di dalam latihan… jangan!

Jadi ini seperti juga dengan pekerjaan lain, ya… misalnya seorang dokter… ya dia mengerjakan secara medis, tapi karena dia sudah Subud maka ada plusnya di situ, dimana orang itu tidak hanya mengerjakan sesuatu, yaitu berdasarkan apa yang dia pelajari, tapi ada tambahnya, yaitu dengan rasa yang hidup… yang dia merasa tertuntun di dalam pekerjaannya, di dalam menolong sesama. Dari ini sama juga seperti pekerjaan-pekerjaan lain.

Jadi semoga dengan keterangan saya ini, yaitu kita hidup di dunia ini harus dapat memisahkan yaitu antara keperluan jiwa dan keperluan kehidupan.

Karena sekarang ini menjadi isu saudara-saudara Subud yang artinya satu menyalahkan yang lain, dan yang di salahkan merasa harus mempertahankan dirinya hingga akan memimbulkan sesuatu yang tidak ada harmoni di dalam keanggotaan Subud ini.

Jadi bagi saudara-saudara yang mempunyai kehidupan… yang seperti saya katakan tadi di dalam menolong sesama atau penyembuhan atau di dalam… ya macam-macam sekarang ini maka silahkan… karena ini merupakan suatu kehidupan saudara. Janganlah saudara berhenti dari pekerjaan itu karena sesuatu yang sebetulnya tidak ada apa-apa, dan bagi yang betul-betul yang ingin melepaskan diri, dari segala sesuatunya tadi, saya harapkan mempunyai pengertian, kalau memang saudara-saudara ini dapat… tadi, memisahkan antara keperluan bakti kepada Tuhan dengan antara keperluan dirinya dalam hidup di dunia ini.

Saya kira keterangan-keterangan saya tadi sudah cukup dan semoga keterangan saya yang tidak panjang ini, dapat menjadi bahan untuk membangkitkan saudara-saudara kembali, rajin melakukan latihan dan sabar selalu hingga akan mendapatkan sesuatu kemurahan bagi saudara-saudara sekalian.

Thank you very much!